Asslkm Wr.Wb
Salam manyapo dari ambo salaku admin untuak warga minang kasadonyo, berkesempatan pada posting kali ini ambo cubo mambagikan carito legenda dari minang yaitu Carito Bujang Sambilan Danau Maninjau nan baformat mp3, Namun sabalun mandangakan atau mandownload lagunyo alangkah baiaknyo kito danggakan sekilas tetang awal mula Danau Maninjau ko yang ambo petik dari salah satu blog sunsanak kito dan berikut sekilas caritonyo. 

Alkisah, menurut cerita orang-orang  tua dahulu, yang juga diperkuat oleh pendapat ilmiah para ahli vulkanologi, konon dahulunya Danau Maninjau berasal dari gunung berapi. Orang menamakannya Gunung Tinjau, sebagai Tungku Tigo Sajarangan di samping Gunung Singgalang dan Merapi. Entah beberapa ribu tahun yang lalu gunung tersebut meletus. Begitu hebat letusannya, sehingga tubuh gunung tersebut melayang ke langit biru kemudian terhempas kembali ke bumi, membentuk jajaran bukit di luhak Agam. Bukit-bukit yang melingkari Danau Maninjau sebagai batas dengan daerah-daerah sekitarnya, adalah kaki-kaki dari Gunung Tinjau yang tersisa sampai sekarang. Lambat laun, kawah yang terjadi diisi oleh air yang mengalir dari hutan sekelilingnya, kemudian terjadilah sebuah danau. Itulah Danau Maninjau, sebagaimana yang bisa kita temui di 36km sebelah barat Bukittinggi dan 12km dari Lubuak Basuang Agam.

Menurut kepercayaan anak Tanjung Raya, yang diterima dari ninik turun ke mamak, dari mamak turun ke kemenakan sampai sekarang, Danau Maninjau dihuni oleh Bujang Sembilan, yaitu sembilan ikan raya piaraan orang bunian. Satu waktu, ada masanya belerang di dasar danau naik ke permukaan meracuni air, sehingga ikan-ikan menjadi mabuk, itulah yang dikatakan “tubo”. Pada saat air tidak bersahabat dengan kehidupan di dalamnya, Bujang sembilan berenang beriringan hilir mudik. Panjangnya adalah lima depa, berpunggung biru dadanya merah, sungut sepasang beradai-radai, cahayanya benderang dalam air. Barang siapa yang berani mengganggu menyakiti, alamat dia mati mendadak atau raib digunggung orang halus.

Berasal dari kepercayaan itulah, lahirnya sebuah cerita legenda yang paling menyedihkan. Cerita ini pernah ditampilkan di TVRI pada tahun 1985 silam, dan juga pernah dituturkan dalam kaset oleh sanggar Balerong Grup Jakarta, pimpinan Yus Datuak Parpatiah yang juga asli orang Maninjau, tepatnya Sungai Batang. Sekarang cerita ini saya tampilkan kembali dalam bentuk tulisan, yang sejatinya juga saya sadur dari kaset dengan penambahan dan pengurangan seperlunya demi keindahan bahasa, guna mengingatkan kembali generasi muda sebagai pewaris kebudayaan Minangkabau. Kemudian itu, cerita ini sengaja saya tuliskan dalam bahasa Indonesia, agar suku-suku lain selain Minangkabau juga ikut menikmati cerita ini dan ikut larut dalam sajian kebudayaan dan sastra Minangkabau.

Walaupun cerita antah berantah ini banyak diwarnai daya imajinasi pembuat cerita, kiranya janganlah dianggap cerita ini membangkitkan kembali jaman jahiliah, jaman dewa-dewa dan peri-peri. Bukan, bukan itu yang menjadi niat. Tapi menggambarkan kehidupan masyarakat Minang jaman dulu. Sebab sejarah telah bertutur, jauh sebelum Islam dan kebudayaan luar menyeberang ke Sumatera Barat, Orang Minangkabau sudah berbudaya tinggi dengan pola adatnya yang tersusun rapi. kemudian daripada itu, ibaratnya satu lemparan batu jatuhlah dua balam, agaknya dalam cerita ini dapat jugalah diambil apa yang patut untuk dijadikan pelajaran bagi kita semua. Insya Allah.

Sebagai penutup kata, sekiranya ada yang salah dalam penuturan cerita ini, kepada ninik mamak saya minta maaf, kepada Allah SWT saya mohon ampun.
Banda urang kami bandakan, Banda di ranah Anam Koto. Kaba urang kami kabakan, Jikok salah kami tak sato.
Sumber: urangkadai.blogspot.co.id

Nah bagi dunsanak nan nio mandownloik lagunyo silahkan melalu link dibawah ini dengan dua part bagian sengaja di potong dikarenakan caritonyo lumayan panjang cekidot...

Nb: Baca terlebih dahulu Panduan Download pada menu di atas


Download Via Tusfiles:
Download Via Solidfile:
Download Via Google Drive:
Mungkin itu sajo dunsanak pada posting kali ini semoga membantu dan selamat menikmati caritonyo dan tarimokasih alah bakunjuang di blog ko. Maaf kalau ado kasalahan kato.
Reaksi:

Poskan Komentar Blogger

 
Top